english
DOI:
https://doi.org/10.35730/jk.v16i3.1396Abstrak
Pendahuluan: Kepuasan pasien tetap tidak terpenuhi karena layanan yang diberikan di bawah standar, termasuk infrastruktur yang tidak memadai dan kurangnya kesadaran petugas. Berdasarkan wawancara yang dilakukan terhadap 10 pengunjung Rumah Sakit Padang Panjang, ditemukan bahwa 5 dari 10 (50%) orang merasa tidak puas dengan waktu tunggu yang lama. Dan 6 dari 10 (60%) orang merasa tidak puas dengan fasilitas Rumah Sakit Padang Panjang. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dan kepuasan pasien di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Padang Panjang. Metode: Penelitian analitik deskriptif kuantitatif menggunakan desain penelitian cross-sectional adalah metodologi yang digunakan dalam penelitian ini. 3.041 pasien membentuk populasi penelitian, sementara 192 pasien membentuk sampel. Teknik pengambilan sampel secara kebetulan digunakan untuk mengambilnya. Studi ini dilakukan pada bulan Juli dan Agustus. Metode univariat dan bivariat digunakan dalam analisis data, bersama dengan uji chi-kuadrat. Hasil: Terdapat hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dan kepuasan pasien dengan hasil univariat, yaitu 104 (54,2%) responden puas, 111 (57,8%) keandalan baik, 107 (55,7%) daya tanggap baik, 116 (60,4%) jaminan baik, 119 (62%) empati baik, 105 (54,7%) bukti fisik baik, dan 97 (50,5%) waktu tunggu baik. Kemudian, keandalan (nilai p = 0,006), daya tanggap (p = 0,000), keyakinan (p = 0,002), empati (p = 0,001), bukti fisik (p = 0,000), dan waktu tunggu (p = 0,000) signifikan terhadap kepuasan pasien. Kesimpulan: Kualitas layanan yang paling berisiko terhadap kepuasan pasien adalah waktu tunggu.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Abdi Iswahyudi Yasril, Athosra, Rafel Ferdian, Maisyarah, Syukra Alhamda

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



