DETERMINANTS OF ANTIRETROVIRAL THERAPY ADHERENCE AMONG PEOPLE LIVING WITH HIV IN NORTH SUMATERA, INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.35730/jk.v17i2.1647Abstrak
Latar Belakang: Human Immunodeficiency Virus (HIV) terus menjadi tantangan kesehatan masyarakat global yang signifikan, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Kepatuhan yang berkelanjutan terhadap Terapi Antiretroviral (ART) sangat penting untuk mencapai penekanan viral, mencegah progresi penyakit, dan mengurangi penularan. Meskipun ketersediaan pengobatan semakin maju, kepatuhan yang kurang optimal masih menjadi hambatan bagi pencapaian hasil klinis yang maksimal.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah determinan utama yang memengaruhi kepatuhan ART pada orang yang hidup dengan HIV (ODHIV) di Sumatera Utara, Indonesia.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional yang dilakukan dari April hingga Desember 2024 di Rumah Sakit Umum Dr. Ferdinand Lumbantobing, Kota Sibolga. Seluruh 88 ODHIV yang menerima ART selama periode tersebut direkrut melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis melalui analisis univariat, uji chi-square, serta regresi logistik multivariat untuk mengidentifikasi prediktor kepatuhan yang signifikan.
Hasil: Kepatuhan ART terbukti secara signifikan berkaitan dengan pengetahuan terkait pengobatan, dukungan keluarga, dukungan penyedia layanan kesehatan, dan akses ke fasilitas kesehatan (p < 0,05). Analisis regresi logistik multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan terkait pengobatan merupakan determinan paling berpengaruh terhadap kepatuhan, diikuti oleh dukungan keluarga, dukungan penyedia layanan kesehatan, dan aksesibilitas layanan kesehatan.
Kesimpulan: Kepatuhan ART di wilayah tropis ini dibentuk oleh interaksi dinamis antara pemahaman individu dan dukungan sosial serta sistem pelayanan kesehatan. Penguatan edukasi pasien, peningkatan keterlibatan keluarga, dan perbaikan akses terhadap layanan kesehatan merupakan strategi penting untuk mempertahankan kepatuhan pengobatan dalam jangka panjang. Penelitian longitudinal di masa depan diperlukan untuk mengeksplorasi trajektori kepatuhan dan mengevaluasi model intervensi yang ditargetkan.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Lidya Hutapea, Tri Widyawati, Rodiah Rahmawaty Lubis, M. Ichwan M. Ichwan, Isti Ilmiati Fujiati Isti Ilmiati Fujiati

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



