A Qualitative Study of Stressors in Problem-Based Learning Among First-Year Nursing Students

Penulis

  • Aiyub Aiyub Department of Psychiatric and Mental Health Nursing, Faculty of Nursing, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia
  • Risaharti Risaharti Department of Nursing, Akademi Keperawatan Teungku Fakinah, Banda Aceh, Indonesia
  • Sri Novitayani Department of Psychiatric and Mental Health Nursing, Nursing Faculty, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia
  • Kartinazahri Kartinazahri Department of Midwifery, Polytechnic Institute of Health of Aceh, Aceh, Indonesia
  • Puji Astuti Division of Institutional Affair and Information System, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIII Banda Aceh, Indonesia and Department of Nursing, Akademi Keperawatan Teungku Fakinah, Banda Aceh, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35730/jk.v16i1.1371

Abstrak

ABSTRAK

Latar Belakang: Pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning) secara aktif melibatkan siswa dalam memecahkan masalah yang muncul dalam dunia keperawatan, mengembangkan soft-skills seperti kerja sama tim, komunikasi, dan hubungan interpersonal. Namun, transisi dari pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher-centered learning) di sekolah menengah ke pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning), seperti Promblem-Based Learning (PBL) di perguruan tinggi keperawatan, dapat dapat menimbulkan beban bagi mahasiswa keperawatan tahun pertama saat mereka beradaptasi dengan model pembelajaran ini.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif. Data dikumpulkan dari 85 mahasiswa keperawatan tahun pertama melalui kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan metoda analisis isi kualitatif (qualitative contents analysis), dimana data diperiksa secara sistematis untuk merumuskan kode, kategori, dan tema yang selaras dengan tujuan penelitian.

Hasil: Hasil analisis data memunculkan dua tema utama, yaitu: (1) stresor akademik—termasuk tantangan terkait materi ajar, jadwal, dosen, dan tugas; dan (2) stresor non-akademik—melibatkan penyesuaian sosial, kesulitan keuangan, dan masalah terkait keluarga.

Kesimpulan: Mahasiswa keperawatan tahun pertama mengalami stres akademik dan non-akademik selama pembelajaran berbasis masalah. Permasalahan infrastruktur dan hambatan sosial budaya merupakan faktor utama yang berkontribusi. Mengatasi tantangan ini membutuhkan fasilitas yang lebih baik, layanan dukungan yang lebih kuat, pelatihan dosen yang lebih intensif, dan bantuan keuangan yang memadai.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-03-31