https://ejurnal.upnb.ac.id/index.php/JKPN/issue/feed Jurnal Kesehatan 2026-08-24T16:45:30+07:00 Lady Wizia lppm.ikespnb@gmail.com Open Journal Systems <p><img src="https://ejurnal.stikesprimanusantara.ac.id/index.php/JKPN/management/settings/context//public/site/images/debbykustanto/cover_jurnal_baru_page-0001_(8)1.jpg" alt="" /><strong>JURNAL KESEHATAN</strong> publishes articles on, Nursing, Public Health, Obstetrics, Physiotherapy, Pharmacology and Health Analysis, Medical Science, Midwifery and Relevant Health, this journal is published 3 times a year in <strong>March</strong>, <strong>July</strong> and <strong>November</strong>, the <strong>JURNAL KESEHATAN</strong> is published by the <strong>LP2M Universitas Prima Nusantara Bukittinggi</strong> in collaboration with health professional organizations and Indonesian health research organizations. Each manuscript is sent through an online process and reviewed by a reviewer partner who will later determine whether the manuscript can be published or not in <strong>JURNAL KESEHATAN</strong></p> https://ejurnal.upnb.ac.id/index.php/JKPN/article/view/731 ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERSALINAN SECTIO CAESAREA 2024-10-04T13:25:07+07:00 Rosni Fitri Yanti rosnifitri@gmail.com Nizam Ismail nizamismail@gmail.com Abdul Fatah abdulfatah@gmail.com <p><strong>Latar belakang :</strong> Persalinan melalui proses Section Caesarean (SC) saat ini sudah menjadi trend dikalangan para wanita, padahal risiko melahirkan secara SC lebih tinggi dibandingkan secara normal dan juga biaya persalinan metode SC lebih mahal dan meningkatkan beban negara yang seharusnya dapat dialihkan pada pembiayaan yang lain. World Health Organization (WHO) memperkirakan tahun 2018 wanita melahirkan dengan pembedahan sebanyak 35% dari seluruh persalinan hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya mitos dalam persalinan, pendidikan ibu dan dukungan suami.</p><p><strong>Tujuan : </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dukungan suami ibu, indikasi medis, psikologi ibu nyeri persalinan, kecantikan organ intim, mitos persalinan, umur ibu dan paritas dengan kejadian persalinan <em>seksio sesarea </em>di Kota Banda Aceh Tahun 2018.</p><p><strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain <em>cross sectional. </em>Dengan unit analisis seluruh ibu bersalin yang berada di ruang rawat inap. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 62 responden dari tiga rumah sakit. Pengumpulan data dilakukan tanggal 17 sampai 25 Desember 2018, dengan menyebarkan kuesioner dan studi dokumentasi rekam medis pasien.</p><p><strong>Hasil penelitian : </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian persalinan SC di Kota Banda Aceh berhubungan dengan pekerjaan ibu (P=0.038; OR=10.4 (CI=1.14-95.89)), indikasi medis (P=0,001), dukungan suami (P= 0.003; OR=86.3 (CI=4.51-1652.39)) dan mitos dalam persalinan (P=0.036; OR=0.18 (CI=0.2; 0.037-0.89)), namun tidak berhubungan dengan pendidikan ibu (P=0,182), psikologis ibu nyeri persalinan (P=0,977), kecantikan organ intim (P=0,298), umur ibu (P=0,095) dan paritas (P=0,067).</p><p><strong>Saran</strong>: Disarankan bagi pengelola Rumah Sakit memberikan penyuluhan tentang syarat-syarat pasien SC untuk memastikan bahwa ibu layak menjalani prosedur SC untuk persalinan yang akan dilalui sehingga ibu dapat mempersiapkan diri lebih baik. Rumah sakit penyedia jasa SC dapat melibatkan suami dalam proses persalinan untuk meningkatkan dukungan emosional kepada ibu.</p> 2026-08-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Kesehatan https://ejurnal.upnb.ac.id/index.php/JKPN/article/view/706 PERAN SUAMI PADA MASA KEHAMILAN 2024-10-04T13:25:27+07:00 Tamela Zahra tamelazahra46@gmail.com Endang Koni Suryaningsih koni@unisayogya.ac.id <p class="Abstract"><strong>Latar belakang</strong> : Peran suami pada masa kehamilan sangat penting untuk memberikan dampak yang positif yaitu menghindari outcomes yang buruk saat proses bersalin dan meningkatkan kualitas pelayanan kehamilan dengan tenaga kesehatan terlatih dan terampil.</p><p class="Abstract"><strong>Tujuan</strong> : Untuk mereview dan memetakan bukti ilmiah tentang peran suami pada masa kehamilan.</p><p class="Abstract"><strong>Metode: </strong> Desain yang digunakan adalah scoping review dengan panduan dari PRISMA- ScR checklist dan menggunakan framework PEO. Pencarian artikel dilakukan pada tiga database yaitu Pubmed, Science Direct dan Wiley. Seleksi artikel dengan prisma flowchart, mengindentifikasi artikel yang relevan sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi yang ditentukan, melakukan data charting, melakukan critical appraisal, melaporkan dan membahas hasil.</p><p class="Abstract"><strong>Hasil</strong> : Berdasarkan 7 artikel yang dimasukkan dalam scoping review ini dihasilkan 2 tema yaitu Peran Suami pada Masa Kehamilan dan Faktor yang Menghambat Peran Suami pada Masa Kehamilan<strong>. Kesimpulan</strong> : Melibatkan laki-laki dari proses kehamilan dapat meningkatkan kesehatan ibu dan dapat dijadikan strategi untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian pada ibu dan bayi. </p> 2026-08-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Kesehatan https://ejurnal.upnb.ac.id/index.php/JKPN/article/view/602 PSIKOLOGI IBU BERSALIN DI MASA PANDEMI COVID-19 2024-10-04T13:26:04+07:00 Putri Lestari putrilest98@gmail.com Dwi Ernawati dwiernawati@gmail.com Farida Kartini faridakartini@gmail.com <p><strong>Latar Belakang :</strong> Psikologi ibu bersalin dapat terganggu karena adanya pandemi covid-19 yang dapat menimbulkan kecemasan dan menyebabkan bahaya dalam kehamilan sehingga akan mempengaruhi kondisi ibu dan bayi.</p><p><strong>Tujuan: </strong>untuk mengetahui psikologi ibu yang bersalin dimasa pandemi covid-19.</p><p><strong>Metode:</strong> Menggunakan scoping review yang diadaptasi dari Arksey &amp; O’Malley dengan 5 tahapan yaitu mengidentifikasi pertanyaan scoping review, mengidentifikasi artikel yang relevan, melakukan pencarian artikel yang relevan, memilih artikel, pembuatan bagan data, hasil penyajian data, pembahasan, dan penarikan kesimpulan. Pencarian artikel melalui 4 database yang relevan yaitu Science Direct, Pubmed dan Willey, dan grey literature melalui Google Scholar di terbitkan dari tahun 2019-2020.</p><p><strong>Hasil: </strong>Berdasarkan artikel yang didapat sebanyak 12 artikel, 10 artikel grade A dan 2 artikel grade B dengan metode kuantitatif. Ada 2 tema yang didapatkan yaitu psikologi ibu bersalin (kecemasan, depresi, stress, dan gangguan kesehatan mental) faktor yang mempengaruhi psikologis ibu bersalin (dukungan keluarga dan tenaga kesehatan).</p><p><strong>Kesimpulan:</strong> Psikologis ibu yang bersalin dimasa pandemic covid-19 dapat meningkatkan kecemasan, depresi, stress dan gangguan kesehatan mental pada ibu. Faktor yang mempengaruhi psikologis ibu dapat berupa dukungan kelurga dan tenaga kesehatan.</p> 2026-08-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Kesehatan https://ejurnal.upnb.ac.id/index.php/JKPN/article/view/738 PERAN BIDAN PADA PENATALAKSANAAN TOKOFOBIA PADA WANITA HAMIL 2024-10-04T13:26:22+07:00 Sulistiani Sulistiani sulistiyani2618@gmail.com Cesa Septiana Pratiwi cesa@gmail.com <p class="Abstract"><strong><span lang="EN-US">Latar Belakang: </span></strong><span lang="EN-US">Tokofobia (Fobia melahirkan) adalah ketakutan seseorang dalam menghadapi proses persalinan yang dipengaruhi factor psikologis dan fisiologis. Tokophobia sering ditandai dengan ketakutan yang berlebihan dan disertai dengan menghindari untuk hamil bahkan memiliki keinginan untuk aborsi, dan menghindari untuk bersalin pervaginam yang mengakibatkan permintaan Caesar karena tokofobia sering terjadi. Tokofobia bisa terjadi karena memiliki takut akan nyeri persalinan, kekhawatiran terhadap bayinya, ataupun memiliki pengalaman traumatis atas persalinan sebelumnya.</span></p><p class="Abstract"><strong><span lang="EN-US">Tujuan Review: </span></strong><span lang="EN-US">Untuk mengetahui peran bidan pada penatalaksanaan tokofobia (Fobia melahirkan) pada Wanita hamil.</span></p><p class="Abstract"><strong><span lang="EN-US">Metode: </span></strong><span lang="EN-US">Metode <em>Scoping review </em>format: Population, the Phenomena of Interest and the Context (PICO).</span></p><p class="Abstract"><strong><span lang="EN-US">Kesimpulan: </span></strong><span lang="EN-US">6 artikel dilakukan review didapat hasil seleksi 5 dari negara maju dan 1 dari negara berkembang, terdapat 2 artikel dari Swedia, 1 artikel dari Norwegia, 1 dari Australia, 1 dari Finlandia dan 1 dari Iran. Tenaga Kesehatan terutama bidan memiliki peran penting dalam mengurangi rasa takut yang berlebihan salah satu cara dengan memberikan konseling dapat mengubah sudut pandang Wanita akan ketakutan yeng mereka alami dengan memberikan dukungan psikologis maupun fisiologis. Dukungan yang dilakukan oleh bidan dapat mengurangi angka permintaan <em>Sectio Caesaria</em>.<strong></strong></span></p> 2026-08-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Kesehatan https://ejurnal.upnb.ac.id/index.php/JKPN/article/view/700 EFEKTIVITAS TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF DAN TEKNIK HIPNOTIK LIMA JARI TERHADAP KECEMASAN PASIEN COVID-19 2024-10-04T13:26:43+07:00 Nunung Nursasih nunungnursasih71@gmail.com Toha Muhaimin tohamuhaimin@yahoo.com Wati Jumaiyah watijumaiyah@umj.ac.id <p><strong>Latar Belakang</strong>: Pasien COVID-19 yang dirawat di fasilitas kesehatan akan mengalami kecemasan, depresi, dan kualitas tidur yang buruk. Teknik relaksasi otot progresif merupakan teknik relaksasi otot yang memusatkan perhatian pada suatu aktivitas otot dengan mengidentifikasi otot yang tegang kemudian menurunkan ketegangan sehingga mendapatkan perasaan relaks, Hipnotik 5 jari merupakan terapi generalis keperawatan di mana klien melakukan hipnotis diri sendiri dengan cara klien memikirkan pengalaman yang menyenangkan dengan media 5 jari.</p><p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas relaksasi otot progresif dan hipnotik lima jari terhadap Kecemasan pada pasien COVID-19 di Ruang Isolasi Rumah Sakit Husada Jakarta.</p><p><strong>Metode</strong>: Desain studi menggunakan <em>non equivalent control group design </em>ini. Sebanyak 110 sampel penelitian dibagi menjadi dua kelompok, 55 sampel teknik relaksasi otot progresif dan 55 sampel teknik hipnotik 5 jari, sampel diambil secara acak di RS Husada Jakarta.</p><p><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan instrumen penelitian yang digunakan adalah modifikasi <em>Zung Self anxiety Scale (ZSAS) </em>terdapat perbedaan bermakna antara kecemasan pada pasien COVID-19 di Ruang Isolasi COVID-19 yang diberikan teknik relaksasi otot progresif dengan pasien yang diberikan teknik hipnotik 5 jari. pada kelompok hipnotik 5 jari rerata peringkatnya 61,50 lebih tinggi daripada rerata peringkat pada kelompok relaksasi otot progresif, yaitu 49,50.</p><strong>Kesimpulan:</strong> Telah terjadi peningkatan kecemasan pasien dalam masa pandemi <em>COVID-19</em>. Direkomendasikan agar pelayanan kesehatan dapat membuat SPO sebagai intervensi keperawatan mandiri dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan kecemasan. 2026-08-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Kesehatan https://ejurnal.upnb.ac.id/index.php/JKPN/article/view/673 FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB IKTERUS PADA NEONATUS 2024-10-04T13:27:14+07:00 Silvia Pratiwi silviapratiwi2101@gmail.com Nidatul Khofiyah Khofiyah@gmail.com <p><strong>Latar Belakang Masalah</strong>: Ikterus adalah kondisi kulit bayi berwarna kuning dan pada sklera mata bayi baru lahir serta mengakitatkan kadar bilirubin dalam darah (<em>hyperbilirubinemia</em>) pada bayi dan dapat menyebabkan peningkatan bilirubin dalam cairan luar sel (<em>exracellular fluid</em>). Penyebab pada Angka Kematian Bayi (AKB) dan Menurut World Health Organization (WHO) pada negara Association of South East Asian Nations (ASEAN) seperti di Singapura 3/1000 kelahiran hidup, Malaysia 5,5/1000 kelahiran hidup, Thailand 17/1000 kelahiran hidup, Vietnam 18/1000 kelahiran hidup, dan Indonesia 27/1000 kelahiran hidup.<strong></strong></p><p><strong>Tujuan : </strong>Penelitian ini bertjuan untuk <em>mereview evidence</em> terkait dengan faktor-faktor penyebab ikterus pada neonatus.</p><p><strong>Metode</strong>: Pada Scoping review menggunakan <em>Framework</em> dari Arksey dan O’Malley, dimana melakukan focusing review<em> </em>dengan <em>framework </em>PEOS, melakukan literature searching menggunakan database dan <em>grey literature</em> yang relevan, melakukan seleksi studi yang relevan dengan menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi, melakukan critical appraisal untuk penilaian kualitas artikel, melakukan data extraksi, menganalisis dan dapat melaporkan hasil.</p><p><strong>Hasil:</strong> 8 literature terseleksi dan mempunyai Grade A. Faktor yang menyebabkan adanya kejadian ikterus adalah berat lahir bayi, usia gestasi, asfaksia, infeksi, lama persalinan, frekuensi dan jenis kelamin sedangkan faktor yang tidak menyebabkan adanya kejadian ikterus adalah ibu berstatus primipara dan jenis persalinan dan untuk penanganan ikterus memberikan pengetahuan pada ibu dan pemberian ASI. Berdasarkan hasil scoping review peneliti menemukan adanya gaps dalam studi ini yaitu penelitian tentang faktor penyebab kejadian ikterus lebih banyak difokuskan kepada masalah kesehatan berat lahir bayi, usia gestasi, asfaksia, infeksi, lama persalinan, frekuensi dan jenis kelamin. Masih sedikit penelitian yang meneliti tentang faktor terkait dengan faktor-faktor penyebab ikterus pada neonatus.</p><p><strong>Simpulan: </strong>Faktor yang mempengaruhi kejadian ikterus adalah berat lahir bayi, usia gestasi, asfaksia, infeksi, lama persalinan, frekuensi dan jenis kelamin sedangkan faktor yang tidak menyebabkan adanya kejadian ikterus adalah ibu bersetatus primipra.</p> 2026-08-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Kesehatan https://ejurnal.upnb.ac.id/index.php/JKPN/article/view/607 KETERPAPARAN MEDIA MASSA DAN PERILAKU PENCEGAHAN KEPUTIHAN PATOLOGIS 2024-10-04T13:27:00+07:00 fitrina bachtar bachtarfitrina@gmail.com Fitria Afni Anesa anesa@gmail.com Sefrina Yosi sefrinayosi@gmail.com <p><strong>Latar Belakang Masalah:</strong> Keputihan patologis merupakan gejala awal infeksi genetalia yang umum di derita wanita usia subur. Data penelitian kesehatan reproduksi dunia melaporkan bahwa 30% wanita usia subur mengalami infeksi bakterial vaginosis, 75% pernah mengalami vulvovaginal kandidiasis, dan 40%-45% mengalami sebanyak dua kali atau lebih. Kota Padang berada pada peringkat pertama kasus infeksi genetalia di Sumatera Barat, dan insiden tertinggi di Puskesmas Seberang Padang dengan 566 orang pengidap bakterial vaginosis, kandidiasis, herpes genitalia dll. Perilaku pencegahan keputihan patologis dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya media massa.</p><p><strong>Tujuan:</strong> Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan keterpaparan media massa dengan perilaku pencegahan keputihan patologis di Puskesmas Seberang Padang.</p><p><strong>Metode:</strong> Metode penelitian ini adalah survey analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2017 – Mei 2017. Populasinya adalah semua wanita pasangan usia subur yang berkunjung ke Puskesmas Seberang Padang sebanyak 2518 orang. Teknik pengambilan sampel secara consecutive sampling, dengan total sampel sebanyak 42 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner keterpaparan media massa dan perilaku pencegahan keputihan patologis. Analisis data terdiri dari univariat dan bivariat menggunakan komputerisasi dengan uji Chi-Square.</p><p><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian didapatkan 52,4% responden terpapar media massa rendah dan 50% responden memiliki perilaku pencegahan keputihan patologis rendah,. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan yang bermakna antara keterpaparan media massa dengam perilaku pencegahan keputihan patologis (p = 0,031).</p><p><strong>Simpulan:</strong> Kesimpulan dari penelitian adalah terdapat hubungan antara keterpaparan media massa dengan perilaku pencegahan keputihan patologis. Pemberian penyuluhan dan pendidikan kesehatan yang merata dengan memanfaatkan media massa setempat dapat membantu meningkatkan perilaku pencegahan keputihan pada wanita pasangan usia subur.</p> 2026-08-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Kesehatan https://ejurnal.upnb.ac.id/index.php/JKPN/article/view/646 HUBUNGAN KUALITAS DIIT DAN KONTROL KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DM TIPE 2 PESERTA PROGRAM PROLANIS 2024-10-04T13:27:32+07:00 Risti Kurnia Dewi ristikurniadewi@ph.unand.ac.id Hafifatul Auliya Rahmy rauliyabee@gmail.com <p><strong>Latar Belakang: </strong>Kualitas diit yang baik diperlukan untuk kontrol kadar glukosa darah bagi seorang penderita diabetes mellitus tipe 2 (DMT2).</p><p><strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas diit penderita DMT2 dengan kadar glukosa darah pada peserta PROLANIS di Kota Padang</p><p><strong>Metode:</strong> Penelitian di laksanakan di Kota Padang dengan jumlah responden sebanyak 78 orang yang berasal dari Puskesmas Rawang, Sebarang Padang, dan Anak Air. Data kualitas diit responden diperoleh melalui wawancara menggunakan <em>Semi Quantitative Food Frequency Questionaire</em>. Data kemudian dianalisis menggunakan Alternate Healthy Eating Index yang diadaptasi sesuai Pedoman Gizi Seimbang Indonesia. Uji korelasi Spearman dilakukan untuk melihat hubungan antar variabel.</p><p><strong>Hasil:</strong> Hasil menunjukan bahwa 69,2% responden merupakan wanita dan 50% responden tergolong ke dalam usia dewasa madya (40-59 tahun). Tingkat pengetahun gizi 66,7% responden juga tergolong sedang. Status gizi 52,6% responden tergolong gizi lebih bahkan ada yang tergolong obes III. Kadar glukosa darah 51,3% responden pun juga tidak terkontrol (³180 mg/dL). Kualitas diit responden diketahui tidak ada yang tegolong tinggi dan 69,2% diantaranya masih membutuhkan perbaikan. Hasil uji <em>Spearman</em> antara kualitas diit dan kadar glukosa darah responden menunjukan nilai <em>p-value</em> sebesar 0,387.</p><p><strong>Simpulan:</strong> Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kualitas diit responden dan kadar glukosa darahnya pada penelitian ini.</p> 2026-08-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Kesehatan https://ejurnal.upnb.ac.id/index.php/JKPN/article/view/705 ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HIDUP PERAWAT SELAMA PANDEMI COVID 19 2024-10-04T13:27:49+07:00 Helena Patricia helenapatricia77@gmail.com Emira Apriyeni emiraapriyeni@gmail.com <p><strong>Latar Belakang Masalah</strong>: Pandemi Covid-19 berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan psikis tenaga kesehatan khususnya perawat. Masalah yang dialami selama bekerja adalah kecemasan, ketakutan tertular bagi diri sendiri dan keluarganya, gangguan mood, dan penurunan kualitas hidup Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas hidup termasuk dukungan sosial, stres psikologis, strategi koping, dan efikasi diri.<em></em></p><p><strong>Tujuan : </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor determinan yang mempengaruhi kualitas hidup perawat di tim COVID-19 di Indonesia.</p><p><strong>Metode</strong>: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode <em>cross sectional study.</em> Penelitian ini dilakukan terhadap 268 perawat Tim Covid 19 di Indonesia dengan menggunakan teknik <em>snowball sampling</em>, Kuesioner Online anonim dengan aplikasi google form yang disebarkan ke seluruh perawat yang ada di Indonesia menggunakan Flatform media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook. Pengumpulan data menggunakan kuesioner <em>World Health Organization Quality of Life </em>(WHOQOL-BREF), The <em>SocialSupport</em> Rating <em>Scale , Stress psikologis questionnaire-5 , </em><em>Ways of Coping Questionnaire, </em>dan <em>General Self Efficacy </em>yang sudah lolos melewati Uji Validitas dan Reliabilitas. Data dianalisis secara deskriptif dengan analisis univariat, bivariat dengan uji Chi square, dan multivariat dengan uji regresi logistik.</p><p><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas hidup yang rendah (60,4%), stres psikologis yang tinggi (68,6%), dukungan sosial yang rendah (61,9%), strategi coping yang dominan terhadap Emotional Focused Coping (56,7%), dan memiliki efikasi diri yang rendah (60,1%). Hasil bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara stres psikologis (0,001), dukungan sosial (0,017), strategi koping (0,006), dan efikasi diri (0,015) terhadap kualitas hidup. Hasil multivariat ditemukan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas hidup perawat adalah stres psikologis dengan nilai OR 6,3.</p><p><strong>Simpulan: </strong>Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah Kualitas hidup perawat sebagai garda terdepan selama pandemi Covid 19 Di Indonesia dipengaruhi oleh Stres Psikologis, Dukungan Sosial, Strategi Coping, dan Efikasi Diri..</p> 2026-08-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Kesehatan https://ejurnal.upnb.ac.id/index.php/JKPN/article/view/748 POLA KONSUMSI DAN BUDAYA TERHADAP PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA 2024-10-04T13:28:05+07:00 Fatimah Wati fatimahwati@gmail.com Fitriani Fitriani fitriani@utu.ac.id <p><strong>Latar Belakang Masalah</strong>: Stunting merupakan salah satu permasalahan dunia kesehatan yang harus ditangani. Desa Arongan Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya terdapat beberapa b yang memiliki pola konsumsi dan budaya yang tidak baik, dan juga masih tinggi angka stunting<em></em></p><p><strong>Tujuan: </strong>penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi dan budaya terhadap pencegahan stunting pada balita</p><p><strong>Metode</strong>: Jenis penelitian yaitu analitik dengan pendekatan <em>cross sectional. </em>Penelitian dilakukan di Desa Arongan Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya bulan Desember 2021<strong> </strong>Populasi penelitian yaitu seluruh balita berjumlah 69 balita. Sampel berjumlah 69 balita yang diambil dengan teknik <em>total sampling</em>. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder.<strong> </strong>Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner (data pola konsumsi dan budaya) dan teknik observasi (data status gizi (TB/U).<strong> </strong>Kuesioner yang digunakan berupa skala likert. Observasi berupa pehitungan status gizi (TB/U) menggunakan standar <em>Z-score</em>.<strong> </strong>Teknik analisis data yaitu secara univariat dan bivariat menggunakan bantuan SPSS. Analisis univariat untuk mendeskripsikan karaktersitik responden. Analisis bivariat menggunakan uji <em>Chi-square</em> pada tingkat taraf sig (?) = 0,05 dengan dasar pengambilan keputusan jika nilai <em>p-value</em> lebih kecil dari nilai sig (?) (<em>p-value</em> &lt; 0,05) maka terdapat hubungan pola konsumsi dan budaya terhadap pencegahan stunting pada balita di Desa Arongan Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya.</p><p><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa<strong> </strong>nilai <em>p-value</em> lebih kecil dari pada nilai sig (?) (0,00 &lt; 0,05). Diketahui bahwa terdapat hubungan pola konsumsi dan budaya terhadap pencegahan stunting pada balita di Desa Arongan Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya.<strong></strong></p> 2026-08-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Kesehatan https://ejurnal.upnb.ac.id/index.php/JKPN/article/view/708 SKRINING KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR 2024-10-04T13:28:26+07:00 Bella Riska Ayu bellariskayu@gmail.com Ismarwati Ismarwati ismarwati@gmail.com <p class="Abstract"><strong>Latar Belakang: </strong>Kanker serviks merupakan jenis kanker keempat yang paling umum terjadi pada wanita di dunia dan masih menjadi masalah global di berbagai negara karena cakupan skrining yang masih rendah. Padahal kanker ini dapat dicegah dan disembuhkan jika terdeteksi sejak dini dan dirawat dengan memadai. Oleh karena itu perlunya dilakukan skrining yang dapat mendeteksi gejala penyakit sejak dini, sehingga memungkinkan pengobatan dan pengelolaan kondisi yang lebih efektif.<strong></strong></p><p class="Abstract"><strong>Tujuan: </strong>Scoping review ini bertujuan untuk memetakan literatur, mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan dan mengkaji bukti ilmiah mengenai skrining kanker serviks pada wanita usia subur (WUS).<strong></strong></p><p><strong>Metode: </strong>Metode scoping review ini menggunakan framework Arksey dan O'Malley, yang dimulai dari mengidentifikasi pertanyaan scoping review menggunakan framework PEOS; mengidentifikasi artikel yang relevan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi; mencari artikel menggunakan database yang relevan yaitu PubMed, ScienceDirect, dan Wiley Online Library; alur proses pencarian artikel dijelaskan melalui PRISMA flowchart; melakukan critical appraisal untuk menilai kualitas artikel; melakukan data charting; menyusun, meringkas dan melaporkan hasil.</p><p><strong>Hasil: </strong>Berdasarkan 10 artikel terpilih, didapatkan 9 artikel dengan grade A dan 1 artikel grade B. Dua tema ditemukan dalam scoping review ini yaitu pengetahuan tentang kanker serviks dan hambatan skrining kanker serviks.</p><p class="Abstract"><strong>Kesimpulan: </strong>Skrining kanker serviks rutin telah terbukti secara signifikan menurunkan jumlah diagnosis kanker serviks baru dan kematian setiap tahunnya. Namun demikian, kurangnya informasi dan edukasi dari tenaga kesehatan, rendahnya kesadaran dan pengetahuan WUS tentang kanker serviks, serta adanya hambatan-hambatan terkait dengan skrining kanker serviks dapat menjadi penghalang dalam meningkatkan cakupan skrining kanker serviks diberbagai negara.<strong></strong></p> 2026-08-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Kesehatan https://ejurnal.upnb.ac.id/index.php/JKPN/article/view/701 DETERMINAN KEJADIAN STRES PADA PASIEN COVID-19 2024-10-04T13:28:45+07:00 Wawan Suwandi wawansuwandi@gmail.com Toha Muhaimin tohamuhaimin@yahoo.com Wati Jumaiyah watijumaiyah@umj.ac.id <p><strong>Latar Belakang</strong>: Kejadian stres pada pasien COVID-19 cukup tinggi dan belum banyak diketahui determinannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan stres pada Pasien Covid-19 di RSAL Dr Mintorahardjo Jakarta.</p><p><strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian stres pada pasien COVID-19 di RSAL Dr Mintorahardjo Jakarta.</p><p><strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional </em>untuk mengetahui hubungan variabel <em>independent </em>dan <em>dependent </em>yang diidentifikasi pada waktu yang sama. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2021 terhadap 75 responden. Analisis statistik menggunakan analisis univariat, bivariat dengan chi square dan mulitvariat dengan regresi logistik berganda.</p><p><strong>Hasil:</strong> Pada variabel umur didapatkan p-value sebesar 0,005 dengan OR 0,167, jenis kelamin didapatkan p-value sebesar 0,24 dengan OR 0,273, pendidikan didapatkan p-value sebesar 0,014 dimana 1,587, pengetahuan didapatkan p-value sebesar 0,049 OR 0,588, variabel dukungan sosial didapatkan p-value sebesar 0,048 OR 2,148, dukungan perawat didapatkan p-value sebesar 0,197 OR 0,410, komorbid didapatkan p-value sebesar 0,529 OR 0.683. Hasil pengujian multivariat variabel umur, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, dukungan sosial secara bersama-sama berhubungan terhadap kejadian stress pada pasien COVID-19, namun secara statistik dukungan social merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian stress pada pasien COVID-19.</p><strong>Kesimpulan:</strong> Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa ada hubungan jenis kelamin, pendidikan dan komorbid terhadap tingkat stress pasien COVID-19. Oleh karena itu hendaknya perawat memberikan konseling kepada pasien COVID-19 tentang menejemen stress dan teknik relaksasi otot untuk mencegah terjadinya stress. 2026-08-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Kesehatan https://ejurnal.upnb.ac.id/index.php/JKPN/article/view/751 DAUN KACANG PANJANG (Vigna Unguiculata Sesquipedalis) TERHADAP VOLUME ASI POSTPARTUM 2024-10-04T13:29:04+07:00 Indah Putri Ramadhanti indahputri1305@yahoo.com Kholilah Lubis lilazgreeny@gmail.com Septri Mulyawati septimulyaati@gmail.com <p><strong>Latar Belakang Masalah</strong>: Pemberian ASI eksklusif pada bayi merupakan upaya pencegahan gizi buruk pada bayi dan balita, namun cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih rendah yaitu 61,33% dan di Provinsi Jambi 54,9% pada tahun 2017. Rendahnya keberhasilan pemberian ASI eksklusif adalah rendahnya kualitas dan kuantitas ASI sejak awal menyusui. Daun kacang panjang mengandung senyawa saponin, polifenol dan laktogogum yang dapat merangsang produksi kadar prolaktin dan oksitosin, sehingga meningkatkan produksi ASI.<em></em></p><p><strong>Tujuan : </strong>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi daun kacang panjang terhadap volume ASI ibu menyusui.</p><p><strong>Metode</strong>: Jenis penelitian ini adalah pre-experimental, one group pretest and posttest design. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Jujun Provinsi Jambi pada tahun 2020. Populasi penelitian adalah 20 orang, sampel sebanyak 11 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran dilakukan dengan lembar observasi. Data berdistribusi normal, uji analisis bivariatnya adalah <em>paired t-test</em>.</p><p><strong>Hasil:</strong> Hasil uji univariat volume ASI pretest adalah 16,82 cc dan posttest 100,00 cc. Hasil uji bivariat p-value = 0,001 &lt; 0,05. Terjadi peningkatan volume ASI pada ibu menyusui.</p><p><strong>Simpulan: </strong>Ada pengaruh konsumsi daun kacang panjang terhadap volume ASI pada ibu menyusui. Diharapkan pemberian daun kacang panjang sebagai alternatif ibu menyusui dalam meningkatkan volume ASI sehingga dapat meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.</p> 2026-08-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Kesehatan https://ejurnal.upnb.ac.id/index.php/JKPN/article/view/814 HUBUNGAN FAKTOR IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA 24-59 BULAN 2024-10-04T13:25:46+07:00 Tuti Oktriani oktrianituti@yahoo.com Dasman Hadi Dasmanhadi@gmail.com Wiwit Fetrisia wiwit@gmail.com <p>Kasus stunting atau anak bertubuh pendek semakin meluas di Sumatera Barat. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdes) yang dilakukan setiap lima tahun, terdapat 15.025 balita berisiko stunting di Pasaman dan 23.435 balita di Pasaman Barat. Sementara menurut survei yang dilakukan Dinas Kesehatan Sumbar tahun 2017, terdapat 21,5 persen balita di Pasaman yang berisiko tumbuh dengan tubuh pendek. Sementara di Pasaman Barat, angkanya 19,1 persen.</p><p>Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis mendalam keterkaitan usia, kunjungan Antenatal Care, Paritas, Asi Ekslusif, Tingkat Pendidikan, Pendapatan terhadap kejadian stunting pada balita usia 24 -59 bulan di kabupaten Pasaman .</p><p>Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif analitik dengan menggunakan desain <em>case control</em>. Penelitian ini menggunakan pendekatan retrospektif sebagai metode primer Populasi kasus adalah semua balita yang mengalami kasus stunting sebanyak 15025 dan jumlah sampel kasus 150 orang (Balita dengan stunting) dan sampel kontrol 150 orang (balita tidak stunting). Teknik pengambilan sampel, kasus dengan <em>simple random sampling</em> dan kontrol dengan <em>purposive sampling</em> (berdasarkan kelompok kasus). Data kuantitatif dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner. Data kuantitatif dianalisis dengan uji <em>chi-square </em><em>.</em><em> </em>hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara usia, kunjungan Antenatal Care, Paritas, Asi Ekslusif, Tingkat Pendidikan dengan <em>p Value &gt;</em> <em>0,05</em> dan ada hubungan yang signifikan antara pendapatan keluarga dengan kejadian stunting <em>p &lt;0,05</em> .sehingga dapat di simpulkn bahwa hanya satu faktor pendapatan yang mempunyi hubungan yang siknifikan dengan kejadian stunting. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada petugas kesehatan di kab pasaman untuk bisa memperbaiki sistem ekonomi agar bisa memperbaiki pendapatan masyarakat</p> 2026-08-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Kesehatan https://ejurnal.upnb.ac.id/index.php/JKPN/article/view/1753 PENGARUH STRESS TERHADAP INTENSI TURN OVER MELALUI MEDIASI BURNOUT SDM KEPERAWATAN SELAMA PANDEMI COVID-19 2026-08-24T16:06:32+07:00 Masyithah Fadhani fadhanimf@gmail.com Yulastri Arif yulastriarif@gmail.com Irson Walis walis@gmail.com <p><br>This study aims to examine the effect of stress on turnover intentions through the mediation <br>of burnout of nursing human resources during the Covid-19 pandemic. This study uses a quantitative <br>approach with a cross-sectional survey method, with a population of Covid-19 nurses at 6 Covid-19 <br>referral hospitals in West Sumatra and a sample of 235 nurses using a purposive sampling <br>technique. Data was collected using the OSI-R TM (Occupational Stress Inventory-Revised Edition) <br>questionnaire, the MBI (Maslach Burnout Inventory) questionnaire and the TIS (Turnover Intention <br>Scale) questionnaire distributed using WhatsApp via the google form link. The data obtained were <br>analysed using SPSS for descriptive and SEM PLS to see the effect between variables. The study <br>results at 6 hospitals showed that 68.1% of nurses felt stress in the moderate category, 82.1% of <br>nurses felt burnout in the medium type, and the turnover intention of nurses was in the intermediate <br>class, namely 97%. This study found that there is a significant effect between stress on nurse <br>burnout, there is a substantial effect between stress on turnover intentions, and there is a significant <br>effect between stress on turnover intentions mediated by burnout.</p> 2026-08-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Masyithah Fadhani; Yulastri Arif, Irson Walis